Lowongan dosen UTY
Universitas Teknologi Yogyakarta mencari SDM yang unggul untuk ditempatkan sebagai dosen tetap. Prodi-prodi yang memerlukan :
1. Manajemen Informatika D3
2. Teknik Informatika S1
3. Sistem Komputer S1
4. Sistem Informasi S1
5. Teknik Sipil S1
6. Teknik Industri S1
7. Teknik Elektro S1
8. Akuntansi S1
9. Manajemen S1
10. Psikologi S1
Syarat Khusus :
a. Untuk Prodi Teknik Informatika, Akuntansi, Manajemen dibutuhkan lulusan S3 (S3, S2 & S1) dalam prodi yang sama. Usia max 35 thn.
b. Untuk Prodi Manajemen Informatika, Sistem Komputer, Sistem Informasi, Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Elektro dan Psikologi dibutuhkan lulusan S2 (S2 & S1) dalam prodi yang sama. Usia max 30 thn.
c. IPK min 3,5
d. Mata kuliah Methodology Riset & Statistik : A
e. Mata kuliah kompetensi : B
f. Memiliki sertifikasi keahlian sebagai penunjang, lebih diprioritaskan (bisa menyusul)
g. TOEFL International : 550
Syarat Umum :
• Lulusan Perguruan Tinggi dengan status Akreditasi Prodi A (Program Reguler/bukan Ekstensi) • Diprioritaskan dari PTN 10 besar.
Syarat Tambahan :
• Mempunyai kepribadian menarik, EQ dan SQ memadai (dengan referensi 3 orang yang berpengaruh : Dekan, Dosen Pembimbing dan Teman Kuliah) • Berambisi memajukan lembaga dan sebagai team yang baik. • Tidak sedang menjalani kontrak dengan lembaga lain. • Sanggup menandatangani kontrak.
Lamaran ditujukan kepada :
REKTOR UTY
Kampus Pusat Universitas Teknologi Yogyakarta Jl. Ringroad Utara Jombor Sleman Yogyakarta
Lamaran paling lambat 3 minggu setelah iklan ditayangkan Bagi yang tidak memenuhi syarat, tidak ada panggilan seleksi
Info hubungi : Sekretariat Rektorat UTY telp. (0274)623310 ext. 101
// <
Sulistyawati mengatakan, banyak keuntungan yang didapat dengan berbisnis di rumah seperti tidak perlu menyewa tempat khusus, cukup mendesain dan mengatur ulang ruangan rumah untuk dijadikan ruang kerja sesuai yang diinginkan. “Tinggal menentukan ruang mana yang memungkinkan, bahkan ruang tidur pun bisa disulap menjadi kantor,” katanya.
Selain itu, tidak perlu waktu khusus untuk berangkat ke lokasi kerja yang bisa memakan waktu berjam-jam akibat kemacetan dan dapat menghindari stres di jalan.
Keuntungan lain adalah, menghemat biaya baik untuk kendaraan, baju, sepatu, tas kerja, makan siang, dan sebagainya, serta waktu kerja yang fleksibel. “Bisa juga melakukan peran ganda seperti mengurus keluarga, serta dapat menjadi potensi peningkatan pendapatan keluarga,” ucapnya.
Sedangkan kelemahan berbisnis di rumah, kata Sulistyawati, adanya perasaan terisolir dari lingkungan kerja, kesendirian, pendapatan yang tidak teratur, perasaan jenuh bekerja di tempat yang sama.
Selain itu, ada anggapan usaha di rumah sebagai pekerjaan yang tidak serius dan kurang profesional karena lokasinya di rumah dan tanpa ikatan. “Kendala lain usaha di rumah sering dilakukan tidak kosisten, banyak gangguan seperti dari anak, tetangga, serta adanya perasaan takut gagal,” katanya.
Untuk itu, lanjutnya, sebelum terjun ke dalam bisnis sebaiknya mempelajari resiko dan kelemahan sehingga mampu menghadapi segala kemungkinan.
Menurut Sulistyawati, banyak ide bisnis sederhana yang banyak dibutuhkan orang. Sebagai contoh, usaha yang berhubungan dengan kamar tidur seperti produksi seprei dan bed cover, agen atau toko seprei dan bed cover. Contoh lain, yang berhubungan dengan kamar mandi seperti distributor detergen dan pembersih kamar mandi, sabun, lulur, dan peralatan mandi.
“Usaha lain yang banyak dibutuhkan khususnya kaum wanita, seperti salon, butik, penjahit, distributor busana muslim, produksi jilbab, ritel aksesoris, penjual parfum, Multi Level Marketing produk kecantikan, kerajinan aksesoris dan sebagainya,” katanya.
Untuk usaha yang berhubungan dengan dapur, kata Sulistyawati, seperti toko sembako, pembuatan kue, katering, kafe, kursus memasak dan membuat kue, penyedia pembantu rumah tangga dan sebagainya.
Sedangkan yang berhubungan dengan anak, lanjut dia, seperti butik perlengkapan bayi, desainer kamar anak, jasa penitipan anak,toko mainan anak dan kado, serta kelompok bermain dan taman kanak-kanak. “Usaha lain seperti penerjemah, agen koran dan majalah, rental buku dan komputer, penulis, kreasi bunga, penyedia jasa kurir, percetakan, budidaya tanaman hias,rental sepeda motor,” kata dia.
Sulistyawati juga membagi ide usaha sederhana lainya dari banyak bidang yang dapat di lakukan di rumah dengan modal yang tidak terlalu banyak dalam buku setebal 194 halaman tersebut.
Sulistyawati manambahkan, untuk memulai usaha harus diperhatikan beberapa hal, seperti apakah menyukai bisnis tersebut, adakah keahlian yang mendukung, tahu bagaimana menjalankanya, modal yang cukup, dan ada kaitannya dengan hobi. “Jika jawabannya ‘ya’ berarti siap memulai usaha tersebut,” ucapnya.
Selain itu, harus dibuat perencanaan dan konsep bisnis yang baik, meliputi nama usaha, jenis usaha, rencana pengembangan, keuangan, cara memperoleh dan pengembalian modal, perkiraan laba rugi, rencana pemasaran dan sebagainya..
Sulistyawati juga membagikan tips bagaimana cara menjalankan usaha dan bagaimana memasarkan produk yang baik dalam buku tersebut.
disadur sepenuhnya dari www.kompas.com
ADA KEUNTUNGAN BESAR DI BALIK INI…..
tak menyangka,kata yang tepat untuk menggambarkan kesuksesan ini.Awalnya September 1999,
Noor Syamsu Zauhar mendirikan Riser Service, sebuah bengkel dinamo dengan 1 karyawan di daerah Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. Meski demikian, di bengkel yang berukuran 4 x 6 itu, Syamsu kerap menerima orderan dari perusahaan-perusahaan di wilayah itu.
Lazimnya para entrepeuneur kecil, keinginan Syamsu untuk untuk mengembangkan usahanya terkendala oleh faktor dana. Padahal dari potensi yang ada, ia yakin bisa meraup omzet yang lebih besar.
Keberuntungan ternyata tidak jauh dari Syamsu. Adalah Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) bentukan tim CSR Adaro, yang melihat potensi dari bengkel yang awalnya hanya beromzet Rp 5-6 juta perbulan itu. Melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Banua Bauntung yang dibentuk tim CSR Adaro, tahun 2006 Syamsu mendapatkan kucuran pinjaman lunak sebesar Rp 100 juta.
Begitu mendapatkan modal tersebut, Syamsu langsung menggunakannya untuk membangun bengkel baru di lokasi yang lebih strategis serta untuk menambah modal usaha.
Selain modal, LPB juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas karyawan di bengkel milik Syamsu. Pelatihan yang diberikan diantaranya pelatihan administrasi sederhana dan studi banding ke dealer sepeda motor mitra LPB dan ke salah satu pabrik otomotif ternama.
Dengan lokasi yang baru dan keterampilan karyawan yang meningkat, omzet bengkel Syamsu kini naik 4 kali lipat, kini ia meraup omzet rata-rata Rp 20 juta per bulan.
Bahkan Syamsu kini memiliki 1 cabang bengkel dinamo di Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah. Jumlah karyawan yang awalnya hanya 1 orang pun bertambah menjadi 7 orang.
LPB sendiri melakukan pembinaan terhadap usaha mikro kecil dan menengah yang ada di wilayah operasional Adaro yaitu di Kabupaten Tabalong dan Balangan. Salah satu sektor usaha yang dibina adalah usaha perbengkelan sepeda motor dan perbaikan dinamo. LPB menilai usaha ini mempunyai prospek yang cerah karena sejalan dengan kebutuhan masyarakat di transportasi. Pembinaan yang diberikan kepada UKM bengkel antara lain pelatihan. Pelatihan ini mencakup aspek teknis untuk mengembangkan keahlian mereka sesuai perkembangan teknologi, dan aspek non teknis yaitu perbaikan terhadap manajemen dan bagaimana menumbuhkan etos kewirausahaan UKM dalam bisnis perbengkelan.Marilah kita menjadi orang sukses selanjutnya…
KENALI MASALAH PERUSAHAAN ANDA
Berawal dari cerita Seorang dokter pemilik sebuah rumah sakit menyampaikan masalah keuangan yang dihadapi rumah sakit yang dikelolanya . “Saya memiliki masalah keuangan yang cukup rumit.
Selama satu tahun ini keuangan saya chaos. Padahal pemasukan cukup baik . Tingkat hunian kamar rawat inap diatas 41 persen setiap bulan. Herannya, setiap bulan saya harus terus nombok 100 hingga 200 juta setiap bulan,” katanya malam itu.
Masalah-masalah ini memang kerap menghantui bagi para pemula di dunia usaha seperti yang di sampaikan dokter tadi. Sebelumnya dia mengelola sebuah klinik dan cukup berhasil. Karena cita-citanya ingin menyediakan layanan kesehatan yang prima dan islami di lingkungannya Pak Dokter ini mendirikan rumah sakit dengan tingkat pelayanan yang lebih massif.paparnya mencoba memberi tahu.
Walaupun sebenarnya ini adalah “masalah biasa” yang dihadapi oleh pengusaha yang sedang start up. Namun karena tidak bisa melihat masalah perusahaannya masalah yang biasa saja dianggap sebagai masalah yang rumit.
Bisa di ambil perumpamaan, sebelumnya Pak Dokter ini hanya mengendarai sepeda dan sekarang dia sudah membawa mobil. Tentu saja sangat berbeda skill yang dibutuhkan untuk menyetir mobil dengan sebuah sepeda.
Secara umum ada tiga jenis masalah yang dihadapi sebuah perusahaan, yakni masalah Normal, Abnormal dan Life Threatening. Masalah Normal adalah masalah biasa yang hampir selalu ada dalam setiap perusahaan.
Layak seorang bayi yang sering terbangun dan menangis di tengah malam atau menjelang pagi. Tidak perlu diberi obat tidur untuk mendiamkan sang bayi. Bahkan bila obat tidur terus diberikan setiap kali dia menangis justru akan mengancam kehidupan bayi itu.
Begitu juga masalah Abnormal adalah masalah yang tak lazim ada dalam sebuah perusahaan. Masalah jenis ini bisa muncul dari berbagai sebab. Umumnya masalah ini sering bersumber dari owner perusahaan itu.
Sedangkan Masalah Life Threatening atau masalah yang mengancam hidup adalah masalah luar biasa yang dapat membunuh perusahaan. Cara mengambil utang yang salah atau penanganan masalah normal yang keliru dapat menjadi masalah Life Threatening. Seperti bayi yang bangun dan menangis tengah malam yang terus diberi obat tidur tadi. Masalahnya normal tapi karena penanganannya yang salah berubah menjadi masalah yang mengancam hidup.
Sebab itulah sebelum menentukan tindakan apa yang akan diambil terhadap masalah yang terjadi dalam perusahaan anda, kenalilah dulu masalah apa yang terjadi dalamnya. Salah satu cara cepat untuk mendiagnosa masalah itu adalah laporan keuangan perusahaan.
Sayangnya banyak pengusaha yang tidak mau melihat atau memeriksa laporan keuangan perusahaannya. Alasannya beragam, ada yang takut melihat laporan itu karena banyak yang “merah” . Ada juga karena tidak bisa membaca laporan keuangan. Kalaupun bisa tetapi tidak fluent sehingga tidak bisa dengan cepat mendiagnosa masalah. Padahal dari sebuah laporan keuangan yang singkat mengandung sebuah cerita yang panjang tentang apa yang sedang terjadi dalam sebuah perusahaan.
Agar fluent membaca laporan keuangan maka ilmu tentang uang mutlak harus dikuasai . Di IIBF keahlian itu disebut dengan Financial Literacy dan setiap anggota IIBF harus menguasainya. Untuk menguasai itu cukup dengan mengikuti kelas financial literacy yang diadakan IIBF terdekat. Agar setiap muncul masalah dalam perusahaan dapat segera dideteksi tanpa harus menunggu menjadi masalah yang lebih serius. Sebab banyak yang salah memberikan treatment akibat tidak bisa mengetahui masalah sebenarnya.
kesimpulannya kenalilah masalah perusahaan anda dengan baik baru kemudian menentukan sikap.
tags
badan sar beasiswa beasiswa ke jepang D3 dephub ilmu pengetahuan inspirasi karyawan baru KERJA CEPAT Kerja luar negeri kiat sukses loker lowongan BUMN lowongan desember lowongan dosen lowongan gaji tinggi lowongan guru desember lowongan guru swasta lowongan kerja lowongan kerja di salatiga lowongan kerja terbaru lowongan PLN monbukagakusho nyonya meneer purwokerto nyonya meneer semarang pasar pebisnis peluang peluang bisnis PELUANG KERJA peluang usaha pemimpin dan pebisnis pengalaman perusahaan rokok polri PT PHILIP renungan S1 Saham solo sukses tni usaha kecil www.bnbp.go.id yogyakartasearch
HOT IKLAN
Site info
Informasi Lowongan Kerja Se-Jawa TengahTheme: Andreas04 by Andreas Viklund. Blog at WordPress.com.